Soal LSPP AAMAI 102 - Maret 2017

Soal 102 – Selasa, 21 Maret 2017

1. Uraikan bahwa dalam hukum asuransi, kerugian yang dijamin adalah fortuitous and accidental loss.

2. Uraikan perbedaan void insurance contract dengan voidable insurance contract.

3. Uraikan mana yang lebih kuat kekuatan mengikat dari express terms dan implied terms dalam sebuah perjanjian asuransi.

4. Uraikan perbedaan program asuransi wajib dan asuransi komersial.

5. Uraikan ruang lingkup usaha perasuransian yang diatur dalam Undang-Undang No. 40 tahun 2014 tentang perasuransian.

6. Uraikan 2 (dua) perbedaan utama antara asuransi konvensional dengan asuransi syariah berkaitan dengan risiko dan regulasi.

7. Uraikan hubungan hukum antara Surat/Formulir Permohonan Penutupan Asuransi dengan polis asuransi.

8. Uraikan akibat hukum jika dalam suatu perjanjian asuransi tidak ada insurable interest yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD).



9. Jelaskan tugas Pengelola Statuter yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengelola/menangani suatu perusahaan asuransi yang telah dikenakan sanksi pembatasan kegiatan usaha oleh OJK.

10. Berkaitan dengan hukuman pidana penjara dan pidana denda yang dapat dikenakan kepada seseorang yang menjalankan usaha perasuransian tanpa izin usaha, jelaskan hukuman pidana penjara dan denda yang dapat dikenakan kepada seseorang yang menjalankan:
a. Usaha asuransi, asuransi syariah, dan usaha reasuransi, usaha reasuransi syariah;
b. Usaha pialang asuransi dan usaha pialang reasuransi; dan
c. Usaha penilai kerugian asuransi.

11. Berkaitan dengan Prinsip Utmost Good Faith, jelaskan:
a. 2 (dua) kewajiban (duties) yang diharuskan dilakukan oleh pihak yang hendak berasuransi (tertanggung);
b. Pengertian misrepresentation;
c. 5 (lima) hal yang harus dipenuhi agar suatu misrepresentation yang dilakukan akan mempengaruhi validitas dari suatu perjanjian asuransi (polis).


12. Berkaitan dengan Prinsip Insurable Interest, jelaskan:
a. 2 (dua) hal (tujuan) yang hendak dicapai dari Prinsip Insurable Interest;
b. Ketentuan dari Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) yang mengatur Prinsip Insurable Interest.


13. Berkaitan dengan Prinsip Indemnity, jelaskan:
a. Pengertian dari Indemnity;
b. Indemnity Insurance dan non indemnity insurance;
c. General Rules of measures of indemnity dalam asuransi property (property insurance).


14. Jelaskan:
a. Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI);
b. Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK);
c. Subrogration;
d. Reinstatement dan Reinstatement of Sum Insured;
e. Sifat dari laporan penilai kerugian asuransi.


Mau bukunya? Klik http://www.akademiasuransi.org/search/label/Buku


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogroll

Follow by Email

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

Buku (33) LSPP (15) AAAIK (12) 102 (11) 101 (8) 103 (4) 104 (4) 106 (3) 108 (3) 107 (2)

Recent Posts

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.